PEMBENTUKAN
BAYANGAN SINAR-X DAN
COMPUTERIZED
AXIAL TOMOGRAPHY (CAT SCAN)
Untuk foto sinar-X medis (atau dental) yang konvensional, sinar-X yang muncul dari tabung menembus tubuh dan dideteksi pada film fotografis atau layar flourosence. Berkas cahaya berjalan dalam jalur yang hampir lurus melalui tubuh dengan penyimpangan minimal karena pada panjang gelombang sinar-X hanya ada sedikit difraksi dan pembiasan. Bagaimanapun, ada penyerapan (dan penghamburan); dan perbedaan penyerapan oleh struktur yang berbeda dalam tubuh adalah yang menimbulkan bayangan yang dihasilkan oleh berkas yang ditransmisikan. Makin kecil penyerapan, makin besar transimisi dan makin gelap film. Dalam beberapa hal, bayangan merupakan “bayangan” dari apa yang dilewati berkas (bayangan sinar-X tidak dihasilkan dengan memfokuskan berkas dengan lensa sebagaimana halnya alat-alat lain). Selang beberapa bulan setelah penemuan Roentgen pada tahun 1895, sinar-X telah menjadi alat bantu yang penting untuk diagnose medis, dan tetap demikian sampai saat ini. Walaupun banyak kemajuan teknis yang didapat selama bertahun-tahun, prinsip dasar sinar-X normal tidak berubah secara signifikan. Bagaimanapun pada tahun 1970-an, teknik baru yang revolusioner yang disebut Computerized Tomography (CT) dengan menggunakan sinar-X dikembangkan.
Pada bayangan sinar-X konvensional, seluruh
ketebalan tubuh diproyeksikan pada film; struktur-struktur bertumpah tindih dan
pada banyak kasus sulit untuk dipisahkan. Bayangan tomografi, dipihak lain,
merupakan bayangan dari sebuah potongan melalui tubuh. (kata tomografi berasal
dari bahasa Yunani : tomos = potongan, graph =gambar). Struktur dan luka yang
sebelumnya tidak mungkin divisualisasikan sekarang terlihat dengan kejelasan
yang sangat baik. Berkas sinar-X terkolimasi yang tipis (“kolimasi” berarti
“meluruskan”) menembus tubuh terus sampai ke detector yang mengukur intensitas
yang ditransmisikan. Pengukuran dilakukan dibanyak titik sementara sumber dan
detector digerakan bersama melewati tubuh. Peralatan ini diputar sedikit
sekitar sumbu tubuh dan sekali lagi di-scan. Hal ini dilakukan berulang kali
dengan interval (mungkin) 1o untuk 180o. Intensitas
berkas yang ditransmisikan untuk banyak titik pada setiap scan, dan untuk
setiap sudut, dikirim ke computer yang merekonstruksi bayangan potongan
tersebut. Perhatikan bahwa potongan yang dibuat bayangannya tegak lurus
terhadap sumbu panjang tubuh. Dengan alas an ini CT terkadang disebut
Computerized Axial Tomography (CAT), juga dapat dibaca sebagai Computerized
Assisted Tomography.
Penggunaan detector tunggal, membutuhkan beberapa menit untuk banyaknya scan yang dibutuhkan agar membentuk bayangan yang sempurna. Scanner yang lebih cepat menggunkan fan beam, dimana berkas yang menembus seluruh penampang lintang tubuh dideteksi secara simultan oleh banyak detector. Sumber dan detector kemudian diputar mengelilingi pasien. Pada masing-masing dari ratusan posisi anguler alat tersebut, beberapa ratus detector dapat mengukur intensitas berkas yang ditransmisikan secara simultan, sehingga satu bayangan hanya membutuhkan beberapa detik. Yang lebih cepat lagi, dan dengan demikian sesuai untuk scan jantung, adalah mesin sumber yang tetap dimana berkas olektron diarahkan (oleh medan listrik) ke target tungsten yang mengelilingi pasien, membentuk sinar-X.
Tetapi
bagaimana bayangan dibentuk? Kita dapat membayangkan potongan yang akan dibuat bayangannya
terpotong menjadi banyak elemen gambar kecil (piksel), yang bisa merupakan kotak.
Untuk CT, lebar setiap piksel dipilih menurut lebar detector dan/atau lebar
berkas sinar-X, dan ini menentukan resolusi bayangan, yang biasanya sekitar 2
mm. Sebuah detector sinar-X mengukur intensitas berkas yang ditransmisikan
setelah berkas tersebut menembus tubuh. Dengan mengurangi nilai ini dari
intensitas berkas di sumbernya, kita dapatkan penyerapan total. Perhatikan
bahwa hanya penyerapan total (disebut “proyeksi”) sepanjang setiap jalur berkas
yang dapat diukur (penyerapan oleh semua piksel dalam satu jalur). Untuk
membentuk bayangan, kita perlu menentukan berapa besar radiasi yang terserap
pada setiap piksel. Kita kemudian dapat memberikan “nilai keabuan” untuk setiap
piksel berdasarkan berapa besar radiasi yang terserap. Bayangan kemudian
terbuat dari bercak-bercak kecil (piksel) dengan berbagai ketebalan abu-abu,
seperti pada film televise hitam-putih. Seringkali besarnya penyerapan diberi
kode warna. Warna pada bayangan dihasilkan (“Warna Palsu”), bagaimanapun, tidak
berhubungan dengan warna sebenarnya dari benda.
Kita harus membahas bagaimana
“keabuan” setiap piksel dapat ditentukan walaupun apa yang dapat kita ukur
hanyalah penyerapan total sepanjang setiap jalur berkas pada potongan. Hal ini
dapat dilakukan hanya dengan menggunakan banyak scan berkas yang dilakukan
dengan banyak sudut yang berbeda. Misalkan bayangan akan menjadi array
dengan elemen 100 x 100 untuk total 104 piksel. Jika kita memiliki
100 detektor dan mengukur proyeksi penyerapan pada 100 sudut yang berbeda, maka
kita dapatkan 104 informasi. Dari informasi ini sebuah bayangan dapat direkonstruksi,
tetapi tidak dengan tepat. Jika lebih banyak sudut yang diukur, rekonstruksi
bayangan dapat dilakukan dengan lebih akurat.
Ada sejumlah
teknik rekonstruksi matematis, semuanya rumit dan membutuhkan bantuan computer,
untuk memberikan gambaran bagaimana melakukannya kita bahas sebuah kasus yang
sangat sederhana dengan menggunakan apa yang disebut teknik “iterasi”
(“iterasi” berasala dari bahasa Latin yang berarti “mengulang”). Walaupun
teknik ini tidak begitu banyak lagi digunakan sekarang dibandingkan dengan
teknik “Transformasi Fourier” dan “proyeksi mundur” yang lebih langsung, teknik
ini merupakan yang paling sederhana untuk dijelaskan. Misalkan potongan sampel kita dibagi
menjadi 2 x 2 sederhana.
Angka pada setiap piksel menyatakan
besarnya penyerapan oleh materi pada bagian tersebut (katakanlah, dalam persepuluh
persen) : yaitu, 4 menyatakan 2 kali lipat penyerapan dari dibandingkan 2.
Tetapi kita tidak dapat mengukur nilai-nilai ini dengan langsung, nilai-nilai
ini merupakan hal-hal yang tidak diketahui yang ingin dicari. Yang bisa diukur
hanyalah proyeksi, penyerapan total sepanjang setiap jalur berkas, dan ini
ditunjukan pada diagram sebagai jumlah penyerapan untuk piksel-piksel sepanjang
setiap jalur pada empat sudut yang berbeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar